Selasa, 11 Oktober 2011

PENGARUH METODE ARUS BIAYA PADA PERSEDIAAN TERHADAP KUALITAS LABA PERUSAHAAN


 
A.    Pendahuluan
Kualitas laba mengacu pada relevansi laba dalam mengukur tingkat kinerja perusahaan. Penentu kualitas laba mencakup lingkungan usaha perusahaan dan prinsip akuntansi yang dipilih dan diaplikasikan perusahaan. Pengukuran dan pengakuan laba membutuhkan estimasi dan interpretasi transaksi dan kejadian usaha. Laba akuntansi bukan suatu jumlah yang unik tetapi tergantung pada asumsi yang digunakan dan prinsip yang diaplikasikan.
Asumsi yang digunakan dan prinsip yang diaplikasikan diyakini sebagai faktor yang mempengaruhi kualitas laba, maka dalam tulisan ini akan dibahas tentang bagaimana metode arus biaya persediaan berpengaruh pada kualitas laba perusahaan yang dilaporkan.
Persediaan harus diperhatikan karena merupakan komponen utama dari aktiva operasi dan langsung mempengaruhi laba (Subramanyam dan Wild, 2009). Dalam melakukan penilain terhadap persediaan menggunakan asumsi atau metode tertentu. Di mana setiap metode atau asumsi tertentu dapat berpengaruh penyajian laporan keuangan.
B.     Pengertian dan Ruang Lingkup Persedian.
Persediaan (inventory) adalah pos-pos aktiva yang dimiliki untuk dijual dalam operasi bisnis normal atau barang yang akan digunakan atau dikonsumsi dalam memproduksi barang yang akan dijual (Kieso, Weygandt & Warfield, 2008). Sebuah perusahaan mengklasifikasikan persediaannya bergantung pada bentuk perusahaan: apakah berbentuk perusahaan dagang atau perusahaan manufaktur.
Persediaan perusahaan dagang (merchandiser) terdiri atas beberapa produk yang berbeda. Produk-produk tersebut memiliki dua karakteristik umum: (1) dimiliki oleh perusahaan, dan (2) memiliki bentuk siap dijual. Hanya satu klasifikasi persediaan, yaitu persediaan barang dagang yang dibutuhkan untuk menggambarkan beberapa produk yang berbeda dalam persediaan (Weygandt, Kieso & Kimmel, 2008).
Persediaan perusahaan manufaktur (manufacturer) juga dimiliki oleh perusahaan, tetapi beberapa barang belum siap jual. Dalam perusahaan manufaktur, persediaan diklasifikasikan menjadi tiga kategori: persedian barang jadi (finished goods), persediaan barang dalam proses (work in process) dan persediaan bahan baku (raw materials).
Persediaan timbul disebabkan oleh tidak singkronnya permintaan dengan penyediaan dan waktu yang digunakan untuk memproses bahan baku. Untuk menjaga keseimbangan permintaan dengan penyediaan bahan baku dan waktu proses diperlukan persediaan. Oleh karena itu terdapat empat faktor yang dijadikan sebagai fungsi perlunya persediaan, yaitu faktor waktu, faktor ketidakpastian waktu yang akan datang, faktor ketidakpastiaan penggunaan dalam pabrik, dan faktor ekonomis (Yamit, 2003).
Berdasarkan faktor-faktor fungsi persediaan di atas, macam persediaan dapat dikategorikan dalam satu atau lebih kategori berikut: (1) persediaan pengaman (safety stock), (2) persediaan antisipasi (anticipation stock) dan (3) persediaan dalam pengiriman (transit stock).
C.    Metode Arus Biaya Persediaan
Persediaan memiliki karakteristik fisik dan finansial. Karakteristik fisik (arus barang) bersifat factual dan nyata, sedangkan karakteristik finansial (arus biaya) lebih bersifat subyektif (Yamit, 2003). Finansial persediaan merupakan atribut yang diperlukan dalam mengukur dan menganalisis posisi keuangan organisasi yang dibutuhkan untuk menghitung kinerja operasi atau pendapatan selama periode waktu tertentu (bulan, kuartal atau tahun). Persediaan dalam pengertian akuntansi menunjukkan nilai suatu barang yang diproduksi untuk dijual atau dikonsumsi. Akun persediaan menunjukkan nilai total kekayaan dalam bentuk persediaan di tangan atau persediaan dalam proses.
Besarnya persediaan atau ongkos persediaan tergantung pada prosedur akuntansi yang ditetapkan oleh perusahaan dalam menilai persediaan. Prosedur akuntansi juga menentukan kapan dan berapa perubahan dan kapan dan berapa nilai kekayaan yang ditransformasikan ke dalam biaya dan ongkos.
Metode yang digunakan untuk menilai persediaan, berdasarkan aliran biaya dapat dikelompokkan pada: (1) first-ini, first out, (2) last-in, first out dan (3) biaya rata-rata (average cost) (Weygandt, Kieso & Kimmel, 2008). Untuk lebih jelasnya ketiga metode tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.       First-in, firs out (FIFO) atau masuk pertama keluar pertama, mengasumsikan bahwa barang yang pertama kali dibeli adalah barang yang pertama kali dijual. FIFO bahkan paralel dengan arus fisik actual persediaan barang dagang karena umumnya merupakan praktek bisnis yang sehat untuk menjual pertama kali barang yang dibeli lebih dulu. Dengan metode FIFO, harga pokok barang yang lebih dulu dibeli merupakan biaya yang pertama kali diakui sebagai harga pokok penjualan. Biaya persediaan akhir ditentukan dengan pembelian paling akhir dan dihitung ke belakang setelah seluruh unit persediaan dihitung biayanya.
b.      Last-in, first out (LIFO) atau masuk terakhir keluar pertama, mengasumsikan bahwa barang yang terakhir dibeli adalah barang yang pertama kali dijual. LIFO jarang bertepatan dengan arus fisik aktual persediaan. Berdasarkan metode LIFO, harga pokok barang yang terakhir dibeli adalah yang pertama kali ditetapkan dalam menghitung harga pokok penjualan. Biaya persediaan akhir ditentukan dengan mengambil biaya per unit atas barang paling lama dan dihitung ke depan setelah seluruh unit persediaan dihitung biayanya.
c.       Biaya rata-rata (average cost) mengasumsikan bahwa barang yang tersedia untuk dijual memiliki biaya per unit yang sama (rata-rata). Pada umumnya barang yang dijual identik. Harga pokok barang yang tersedia utuk dijual dialokasikan pada dasar rata-rata biaya tertimbang per unit. Biaya rata-rata tertimbang per unit kemudian diterapkan pada unit yang tersedia.
D.    Pengaruh Metode Arus Biaya terhadap Laporan Laba Rugi.
Penggunaan metode-metode arus biaya persediaan di atas berpengaruh terhadap penentuan harga pokok barang yang tersedia dijual dan jumlah persediaan akhir. Dalam periode di mana terdapat kenaikan harga, metode FIFO menghasilkan laba bersih yang lebih besar. Hal ini terjadi karena biaya-biaya yang dicocokkan dengan pendapatan merupakan biaya unit yang lebih rendah dari unit yang pertama kali dibeli. Untuk manajemen, laba yang lebih tinggi merupakan sebuah keuntungan. Ini terjadi karena pihak eksternal melihat perusahaan lebih menguntungkan. Selain itu jika bonus manajemen berdasarkan pada laba bersih, maka FIFO akan memberikan dasar untuk bonus yang lebih tinggi.
Menggunakan metode rata-rata tertimbang menghasilkan laba yang lebih rendah dari metode FIFO akan tetapi lebih tinggi dari metode LIFO. Hal ini terjadi karena biaya-biaya yang dicocokkan dengan pendapatan merupakan biaya unit rata-rata yang mengkombinasikan biaya tinggi dan rendah dan menghasilkan biaya rata-rata.
Sedangkan menggunakan metode LIFO dalam keadaan kenaikan harga menyebabkan perusahaan menghindari untuk melaporkan laba di atas kertas atau laba bayangan sebagai keuntungan ekonomis.
Berdasarkan pengaruh penggunaan metode arus biaya terhadap laba yang diperoleh perusahaan, maka menggunakan metode FIFO pada saat terjadinya kenaikan harga menghasilkan keuntungan fiktif. Hal ini terjadi karena laba yang dilaporkan dengan menggunakan metode FIFO adalah merupakan penjumlahan dari dua komponen laba yaitu laba ekonomi (economic profit) dan laba kepemilikan (holding gain).
Laba ekonomi adalah mengaitkan jumlah yang terjual dikalikan dengan selisih antara harga jual dan biaya penggantian persediaan. Sedangkan laba kepemilikan merupakan kenaikan pada biaya penggantian karena persediaan telah diperoleh dan sama dengan jumlah unit terjual dikali dengan selisih biaya penggantian terkini dengan biaya perolehan awal.







DAFTAR PUSTAKA

Donald E. Kieso, Jerry J. Weygandt, dan Terry D. Warlfield, 2008, Intermediate Accountin  Twelfth Edition, John Wiley & Sons, Inc.

Jerry J. Weygandt, Donald E. Kieso dan Terry D. Warlfield, 2008, Accounting Principles Eighth Edition, John Wiley & Sons, Inc.

K.R. Subramanyam & John J. Wild, 2009, Financial Statement Analysis International Edition 10th, McGraw-Hill.

Yamit, Zulian, 2003, Manajemen Persediaan, Penerbit: Ekonisia, Kampus Fakultas Ekonomi UII.



2 komentar:

  1. Play Casino in Malta | Bonuses, Software & Games - Online
    The best casino 포커 배열 키보드 games at Casino 원피스바카라 Review 배당흐름 2021 ➤ Grab 100 Spins Welcome Bonus & Exclusive Free Spins for 5+ Casino Games 해외 안전 놀이터 at Casino Review. bk8

    BalasHapus
  2. Wynn Palace Hotel Casino & Spa - Jackson, MS - KTHR
    The Wynn Palace 경산 출장안마 hotel is 포천 출장안마 one of the most expensive in the world to be located on the Las Vegas 경상북도 출장안마 Strip. And it 고양 출장샵 is 충주 출장샵 worth checking out for the

    BalasHapus